*. PARTIKEL PENYUSUN ATOM
Partikel Dasar Penyusun Atom – Atom merupakan puing terkecil dari suatu zatyang memiliki sifat tidak bisa di bagi lagi. Pendapat seperti ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Apa alasannya? Pembuktian bahwa atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu zat atau materi ditandai dengan ditemukannya elektron oleh Sir John Joseph Thomson. Pembuktian ini semakin menguat ketika imuwan berkebangsaan inggris Ernest Rutherford berhasil menemukan bahwa inti atom masih tersusun dari bagian yang lebih kecil berupa proton dan neutron. Elektron, proton, dan neutron menjadi partikel dasar yang menyusun sebuah atom.
1. Elektron
Diakhir tahun 1800-an tepatnya pada tahun 1897,
seorang ilmuwan berkebangsaan inggris bernama Sir John Joseph Thomson atau yang
sering sobat sebut dengan J.J. Thomson berhasil menemukan elektron. Ia
melakukan pengamatan terhadap pelat katoda dan anoda yang ditempatkan dalam
tabung hampa udara yang dialiri arus listrik tegangan tinggi. Dari percobaan
tersebut ia menemukan bahwa pelat katoda atau pelat bermuatan negatif
memancarkan berkas sinar yang bergerak menurut garis lurus menuju ke pelat
anoda atau pelat positif.
Sinar tersebut tidak hanya
bergerak lurus, ia juga dapat dibelokkan oleh medan magnet atau medan listrik
menuju ke kutub positif. Sinar tersebut membelok mendekati kutub positif medan
magnet atau medan listrik. Percobaan ini membuktikan bahwa sinar yang
memancar dari pleat katoda tersebut merupakan partikel yang lebih kecil dari
atom dan ia bermuatan negatif. Partikel ini kemudian disebut dengan elektron.
Sinar tersebut tidak hanya bergerak lurus, ia
juga dapat dibelokkan oleh medan magnet atau medan listrik menuju ke kutub
positif. Sinar tersebut membelok mendekati kutub positif medan magnet atau
medan listrik. Percobaan ini membuktikan
bahwa sinar yang memancar dari pleat katoda tersebut merupakan partikel yang
lebih kecil dari atom dan ia bermuatan negatif. Partikel ini kemudian disebut
dengan elektron.
2. Proton
Pengungkapan
tentang materi dasar penyusun atom tidak terhenti pada penemuan elektron. Pada
kondisi normal sebuah atom itu tidak bermuatan atau muatannya netral. Kemudian
setelah ditemukan adanya partikel dasar bermuatan negatif yang ada dalam atom
memunculkan dugaan kuat adanya partikel dasar lain yang bermuatan positif yang
menjadikan sebuah atom bermuatan netral. Tanda tanya besar ini kemudian dijawab
oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman bernama Eugene Goldstein. Berangkat
dari rasa penasarannya ia melakukan sebuah eksperimen dengan menggunakan tabung
hampa bermuatan listrik yang dilengkapi dengan lempeng katoda berlubang.
Alhasil, dari percobaan tersebut diketahui ada sebuah sinar yang bergerak berlawanan
arah dengan sinar katoda (disebut sinar anoda). Ia bergerak dari anoda ke
katoda. Eugen goldstein menyimpulkan bahwa sinar tersebut merupakan partikel
dasar yang mutannya positif.
3. Neutron
Partikel
dasar atom berikutnya adalah neutron. Muncul tanda tanya lagi bagi Ernest
Rutherford. Setelah massa proton dan elekton pada suatu atom dijumlah ternyata
jumlahnya masih kurang dari setengah massa atom relatifnya (baca : massa atom
relatif). Massa elektron juga sangat kecil jika dibanding dengan massa proton.
Massa proton sekitar 1,67 x 10-24 gram sedangkan masa elektron adalah 9,11 x
10-28 gram. Rutherford menduga masih ada partikel dasar penyusun atom selain
proton dan elektron.
Tiga belas tahun kemudian tepatnya tahun 1932 James
Chadwick — Ahli fisika berkebangsaan Inggris –melakukan percobaan untuk
membuktikan dugaan dari Rutherford. James melakukan percobaan dengan
menembakkan sinar alfa yang bermuatan negatif ke atom berilium. Dari percobaan
yang dilakukannya ia berhasil menemukan bahwa selain proton dan elektron masih
ada partikel dasar pernyusun atom yang lain yang bermuatan netral yaitu
neutron.
*. Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum (bahasa Inggris: Quantum number) adalah bilangan yang
menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom yang diwakili
oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis.
Bilangan kuantum menggambarkan sifat elektron dalam orbital.
Bilangan
kuantum menentukan tingkat energi utama atau jarak dari inti, bentuk orbital,
orientasi orbital, dan spin elektron. Setiap sistem kuantum dapat memiliki satu
atau lebih bilangan kuantum.
Bilangan
kuantum merupakan salah satu ciri khas dari model atom mekanika kuantum atau
model atom modern yang dicetuskan oleh Erwin Schrödinger. Dalam mekanika
kuantum, bilangan kuantum diperlukan untuk menggambarkan
distribusi elektron dalam atom hidrogen dan
atom-atom lain. Bilangan-bilangan ini diturunkan dari penyelesaian
matematis persamaan Schrödinger untuk atom hidrogen.
- JENIS-JENIS BILANGAN KUANTUM:
* Bilangan Kuantum Utama (n), yang menyatakan tingkat energi.
* Bilangan Kuantum Azimuth/Momentum sudut (l), yang menyatakan bentuk orbital.
* Bilangan Kuantum Spin (s), yang menyatakan spin elektron pada sebuah atom.
1. BILANGAN KUANTUM UTAMA (n)
Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk menyatakan tingkat energi
utama yang dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom. Bilangan kuantum utama
tidak pernah bernilai nol. Bilangan kuantum utama dapat mempunyai nilai semua
bilangan positif, yaitu 1,2,3,4 dan seterusnya. Sedangkan kelopak atom
dinyatakan dengan huruf K,L,M,N dan seterusnya.
| Kulit | K | L | M | N |
|---|---|---|---|---|
| Nilai n | 1 | 2 | 3 | 4 |
contoh:
n=1 elektron berada pada kelopak K;
n=2 elektron berada pada kelopak L;
n=3 elektron berada pada kelopak M;
n=4 elektron berada pada kelopak N; dan seterusnya
Bilangan kuantum utama juga berhubungan dengan
jarak rata-rata elektron dari inti dalam
orbital tertentu. Semakin besar n, semakin besar jarak rata-rata
elektron dalam orbital tersebut dari inti dan oleh karena itu semakin besar
orbitalnya.
2. BILANGAN KUANTUM AZIMUTH/MOMENTUM SUDUT (l)
Bilangan
kuantum azimut sering disebut bilangan kuantum anguler
(sudut). Energi sebuah elektron berhubungan dengan gerakan orbital
yang digambarkan dengan momentum sudut. Momentum sudut tersebut dikarakterisasi menggunakan
bilangan kuantum azimut. Bilangan azimut menyatakan bentuk suatu orbital dengan
simbol "huruf
L kecil". Bilangan kuantum azimut juga berhubungan dengan jumlah subkelopak. Nilai ini menggambarkan subkelopak yang dimana elektron
berbeda. Untuk subkelopak s, p, d, f bilangan kuantum azimut berturut-turut adalah 0,1,2,3.
Nilai bilangan kuantum
azimut atau "l” ini bergantung pada nilai bilangan kuantum utama
atau "n" . Untuk nilain tertentu, “l” mempunyai nilai bilangan
bulat yang mungkin dari 0 sampai (n-1). Bila n-1, hanya ada satu nilai “l” yakni “l” = n – 1 = 1 – 1
= 0. Bila n=2, ada dua nilai “l” , yakni 0 dan 1. Bila n=3, ada tiga nilai “l” , yakni 0,1, dan 2. Nilai-nilai
“l” biasanya ditandai dengan huruf s, p, d, f... sebagai berikut:
”l”
|
0
|
1
|
2
|
3
|
Nama orbital
|
s
|
p
|
d
|
f
|
Jadi bila ”l” = 0, kita mempunyai sebuah orbital s;
bila ”l” = 1, kita mempunyai orbital f;
dan seterusnya.
Sekumpulan
orbital-orbital dengan nilai n yang sama seringkali disebut
kulit. Satu atau lebih orbital dengan nilai n dan ”l” yang
sama dirujuk selalu subkelopak. Misalnya kelopak dengan n=2 terdiri
atas 2 subkelopak, ”l” = 0
dan 1 (nilai-nilai ”l” yang diizinkan untuk n=2).
Subkelopak-subkelopak ini disebut subkelopak 2s dan
subkelopak 2p di mana 2 melambangkan nilai n,
sedangan s dan p melambangkan nilai "l".
Tabel di bawah ini menunjukkan
keterkaitan jumlah kelopak dengan banyaknya subkelopak serta jenis subkelopak
dalam suatu atom.
Jenis subkelopak
|
Jumlah orbital
|
Elektron maksimum
|
Subkelopak s
|
1 orbital
|
2 elektron
|
Subkelopak p
|
3 orbital
|
6 elektron
|
Subkelopak d
|
5 orbital
|
10 elektron
|
Subkelopak f
|
7 orbital
|
14 elektron
|
3. BILANGAN KUANTUM MAGNETIK (m)
Bilangan kuantum magnetik menyatakan tingkah laku elektron dalam
medan magnet. Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital
mempunyai nilai n dan l yang sama tetapi berbeda m. Namun dengan adanya medan
magnet, nilai tersebut sedikit berubah. Hal ini dikarenakan timbulnya interaksi
antara medan magnet sendiri dengan medan magnet luar.
Bilangan kuantum magnetik ada karena momentum sudut elektron, gerakannya
berhubungan aliran arus listrik. Karena interaksi ini, elektron menyesuaikan
diri di wilayah tertentu sekitar inti. Daerah khusus ini dikenal sebagai
orbital. Orientasi elektron di sekitar inti dapat ditentukan dengan menggunakan
bilangan kuantum magnetik m.
Di dalam satu subkulit, nilai m bergantung pada nilai
bilangan kuantum azimut/momentum sudut l. Untuk nilai l tertentu, ada (2l + 1)
nilai bulat m sebagai berikut: -l, (-l + 1), ..., 0, ..., (+l - 1), +l
Bila l =0, maka m=0.
Bila l =1, maka terdapat tiga nilai m yaitu -1,0,dan -1. Bila l =2, maka
terdapat lima nilai m yaitu -2,-1,0,+1, dan +2. Jumlah m menunjukkan jumlah
orbital dalam subkulit dengan nilai l tertentu.
4. BILANGAN KUANTUM SPIN (s)
Bilangan kuantum spin menyatakan momentum sudut suatu partikel. Spin mempunyai simbol "s" atau sering ditulis
dengan ms (bilangan kuantum spin magnetik). Suatu elektron dapat
mempunyai bilangan kuantum spin s = +1/2 atau -1/2.
Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau rotasi
partikel pada sumbu. Sebagai contoh, untuk nilai s=+1/2 berarti berlawanan arah
jarum jam (ke atas), sedangkan s=-1/2 berarti searah jarum jam (ke bawah).
Diambil nilai setengah karena hanya ada dua peluang orientasi, yaitu atas dan
bawah. Dengan demikian, peluang untuk mengarah ke atas adalah 50% dan peluang
untuk ke bawah adalah 50%.
*KONFIGURASI ELEKTRON
Konfigurasi Elektron merupakan susunan elektron – elektron pada sebuah
atom, molekul, dan struktur fisik lainnya. Sama seperti partikel elementer
lainnya, elektron juga harus patuh pada hukum mekanika kuantum dan menampilkan
sifat – sifat bak-partikel maupun bak-gelombang.
Macam – Macam Konfigurasi Elektron
Konfigurasi Elektron juga memiliki beberapa macam –
macamnya, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Dan Sub-kulit:
Sebuah kulit elektron yaitu beberapa subkulit yang berbagi
bilangan kuantum yang sama yaitu n (nomor sebelum angka dalam sebuah orbital).
Sebuah atom dengan kulit ke-n dapat berisi 2n2 elektron.
Subkulit merupakan sebuah tempat di dalam kulit yang berisi
bilangan azimuth yaitu ℓ. Nilai dari ℓ (0, 1, 2, atau 3) sesuai dengan masing –
masing label s, p, d, dan f. Jumlah maksimum elektron yang bisa ditempatkan di
sebuah subkulit dirumuskan sebagai 2(2ℓ+1). Pada subkulit s maksimum 2, 6
elektron pada subkulit p, 10 pada subkulit d, dan 14 pada subkulit f.
2. Notasi:
Notasi standar untuk mengetahui konfigurasi elektron dari sebuah atom
dan molekul. Untuk atom, notasinya terdiri dari urutan orbital atom (contoh :
untuk fospor urutannya adalah 1s, 2s, 2p, 3s, 3p) dengan nomor elektron mengisi
masing-masing orbital dalam format superscript.
3. Energi:
Energi juga dapat dikaitkan dengan elektron dalam orbital. Energi dalam
sebuah konfigurasi sering kali mendekati jumlah energi di setiap elektron
dengan mengabaikan interaksi antar elektron. Konfigurasi yang memiliki energi
terendah disebut keadaan dasar (ground state). Sedangkan konfigurasi lainnya
disebut keadaan tereksitasi (excited state).
4. Prinsip Aufbau dan Aturan Madelung:
Orbital diisi untuk meningkatkan nilai n+l.
Dimana dua orbital memiliki nilai n+l yang sama.
Berikut ini yaitu urutan orbital pada konfigurasi elektron
:
1s, 2s, 2p, 3s, 3p,
4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p, (8s, 5g, 6f, 7d, 8p,
dan 9s).
5. Asas Larangan Pauli:
Tidak ada dua elektron dalam satu atom yang memiliki keempat bilangan kuantum yang sama. Setiap orbital maksimum diisi oleh 2 elektron yang memiliki spin yang berlawanan.
6. Asas Hund:
Berdasarkan pendapat Friedrich Hund keadaan yang paling
rendah energinya (paling stabil) adalah bila elektron-elektron tersebut
tersebar ke semua orbital dengan spin yang sejajar (spin sama), aturan ini
dikenal dengan Aturan Hund.
REFERENSI:
- Wikipedia. (2013, May). Wikipedia.org. Retrieved from
Bilangan Kuantum: https://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_kuantum
- Ardiyanto. (2019, June). rumus.co.id. Retrieved from Konfigurasi Elektron:https://rumus.co.id/konfigurasi-elektron/








Good 👍
BalasHapusNtaps
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap
BalasHapusKeren
BalasHapusMantaap... warbiyasaah
BalasHapusMantap bangg
BalasHapusMantap
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusNtappss bang,,lanjoootkan👍👍
BalasHapusTerima kasih, blognya sangat bermanfaat👍👍👍
BalasHapusmntappp
BalasHapusGood naufal🐣🐣
BalasHapusMantul³
BalasHapusMantul👌
BalasHapusSangat membantuu
BalasHapusMantappp👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapusMantap punya om ini hehe
BalasHapus