Kata “asam” berasal dari
bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Asam adalah zat (senyawa) yang
menyebabkan rasa masam pada berbagai materi. Basa adalah zat(senyawa) yang
dapat beraksi dengan asam, menghasilkan senyawa yang disebut garam. Sedangkan
basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa
saling berlawanan. Sifat basa pada umumnya ditunjukkan dari rasa pahit dan
licin.
Asam dan basa sangat erat
kaitannya dalam kehidupan kita, didalam tubuh manusia juga terdapat
keseimbangan asam basa untuk beradaptasi dan tetap menjaga fungsinya dengan
baik. Contohnya saja seperti asam lambung yang dapat membunuh mikroorganisme
yang terdapat pada makanan yang kita konsumsi. Begitu juga dengan gaya hidup
kita sehari-hari sangat sering dihadapkan dengan asam basa tersebut, seperti
asam cuka, minuman bersoda, jeruk, aki bersifat asam. Sedangkan sabun dan bahan
pembuatan pupuk yang bersifat basa. Beberapa hewan tertentu juga mempertahankan
diri dengan menghasilkan basa, seperti sengatan tawon.
Namun yang jelas jika didalam Ilmu Kimia antara Asam dan Basa
ini saling berlawanan, hanya saja Asam Basa sangatlah erat didalam Kehidupan
kita karena didalam tubuh Manusia pun mempunyai Keseimbangan Asam Basa seperti
contohnya didalam Manusia terdapat Asam Lambung yang mampu membunuh
Mikroorganisme yang terdapat didalam Makanan yang kita makan setiap hari.
Begitu juga dikehidupan sehari – hari yang tak lepas dari Asam
Basa seperti Asam Cuka, Aki, Minuman Bersoda yang mempunyai Sifat Asam dan
Sabun, Bahan Pembuatan Pupuk yang mempunyai Sifat Basa.
2. TEORI ASAM-BASA
* Teori Asam Basa Arrhenius
Teori Asam dan Basa ini
dikemukakan oleh Svante August Arrhenius yang merupakan Seorang Ilmuwan Kimia
berasal dari Swedia yang lahir pada tanggal 19 Februari 1859 sampai 02 Oktober
1927 silam. Svante August Arrhenius pada tahun 1884 Silam menjelaskan bahwa
Kekuatan Asam didalam Air tergantung pd Konsentrasi Ion – Ion Hidrogen didalam-nya.
Menurut Svante August
Arrhenius bahwa Asam adalah Zat yang jika didalam Air dapat melepaskan Ion
Hidrogen (H+), sebenarnya Ion – Ion Hidrogen yang dihasilkan oleh Asam tersebut
ketika dilarutkan didalam Air akan terkait dengan Molekul – Molekul Air (H2O)
dalam bentuk Ion Hidronium yakni Ion Positif yg dibentuk atas penambahan sebuah
Ion Hidrogen (Proton) pada sebuah Molekul Air.
Namun tidak semua Senyawa
Hidrogen itu Asam misalnya Etanol yang mempunyai Rumus Kimia C2H5OH, walaupun
didalam Etanol terdapat Unsur H namun Etanol bukanlah Asam. Kemudian Asam
berdasarkan Kekuataannya menurut Svante August Arrhenius ini terdiri dari Asam
Kuat dan Asam Lemah, sedangkan jika dilihat dari Jumlah Ion H+ yang
dilepaskannya maka dibedakan menjadi Asam Monoprotik, Asam Diprotik dan Asam
Triprotik.
Lalu Teori Asam Basa
Menurut Arrhenius ini bahwa Asam adalah senyawa yg dalam Air mampu menghasilkan
Ion Hidroksida (OH-) dan Basa berdasarkan pada Ion OH- yang dilepaskan tersebut
pada reaksi Ionisasi Basa maka dibedakan menjadi dua macam yang antara lain
Basa Monohidrolik dan Basa Polihidroksi.
* Teori Asam Basa Bronsted – Lowry
Teori Asam Basa Bronsted
dan Lowry ini merupakan sebuah Teori yang melengkapi dari kekurangan Teori Asam
dan Basa Arrhenius karena tak semua Senyawa itu bersifat Asam ataupun Basa
dapat menghasilkan sebuah Ion H+ atau OH- jika dilarutkan didalam Air.
Teori Asam Basa Menurut
Bronsted – Lowry bahwa Asam ialah Senyawa yg bisa menyumbang proton yakni Ion
H+ ke Senyawa atau Zat Lain. Sedangkan Basa ialah Senyawa yg bisa menerima
Proton, yakni Ion H+ dari Senyawa ataupun Zat Lain. Lalu menurut Johannes
Nicolaus Bronsted dan Thomas Martin Lowry bahwa Zat mampu berperan baik sebagai
Asam ataupun Basa, jika Zat tertentu lebih mudah melepas Proton dan Zat
tersebut akan berperan sebagai Asam dan Lawannya berperan sebagai Basa.
* Teori Asam Basa Lewis
Gilbert Newton Lewis
merupakan Ilmuwan Kimia berasal dari Amerika Serikat yang lahir pada 23 Oktober
1875 dan meninggal pada 23 Maret 1946 yang terkenal dengan penemuan –
penemuannya seperti Ikatan Kovalen, Struktur Lewis dan Asam Basa Lewis. Menurut
Gilbert Newton Lewis bahwa Teori Asam – Basa merupakan masalah dasar yg harus
diselesaikan dengan landasan Teori Struktur Atom, bukan berdasarkan oleh hasil
percobaan.
Teori terakhir yaitu Teori
Lewis yang mengatakan Asam adalah senyawa yang dapat
Menerima pasangan elektron
bebas dari senyawa lain, sedangkan Basa adalah senyawa yang
dapat memberi pasangan elektron bebas kepada spesi (senyawa) yang lain. Reaksi
asam basa adalah adalah reaksi pembentukan ikatan antara asam dan basa.
Adapun Teori Asam Basa Menurut
Lewis bahwa Asam ialah Zat yang dapat menerima Elektron dan menurut Lewis bahwa
Basa ialah Zat yang bisa mendonorkan Pasangan Elektron. Semua Zat yg
didefinisikan sebagai Asam didalam Teori Asam – Basa Arrhenius juga merupakan
Asam di dlm Kerangka Teori Lewis ini karena Proton ialah Aksepator Pasangan
Elektron dan didalam Reaksi Netralis Proton dapat membentuk ikatan koordinat
dengan Ion Hidroksida.
* SIFAT ASAM DAN BASA
1. Sifat-sifat asam yaitu
:
- Rasanya masam/asam
- Bersifat korosif atau merusak
- Bila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion
H+ atau ion ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.
Peristiwa terurainya asam menjadi ion-ion dapat di tuliskan sebagai
berikut:
- Bila diuji dengan indikator kertas lakmus biru
dapat mengubah lakmus tersebut menjadi merah. Sedangkan jika diuji dengan
indikator kertas lakmus yang berwarna merah, kertas lakmus tersebut tidak
akan berubah warna. Indikator adalah suatu alat untuk menunjukkan suatu
zat apakah bersifat asam maupun basa.
2. Sifat-sifat basa yaitu:
- Rasanya pahit
- Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit
- Bila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion
OH- atau ion hidroksil dan ion logam atau gugus lain yang bermuatan
negatif. Apabila ion OH- hampir seluruhnya dilepaskan atau ionisasinya
sempurna, maka termasuk basa kuat atau dikatakan memiliki derajat keasaman
yang rendah dan begitu juga sebaliknya. Secara umum peristiwa peruraian
basa menjadi ion-ion dapat dituliskan sebagai berikut:
BOH (aq) -> B+ (aq) + OH- (aq)
- Bila diuji dengan indikator yang berupa lakmus merah, maka akan mengubah warna lakmus tersebut menjadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak akan mengubah warna kertas lakmus tersebut.
* PERBEDAAN ASAM DAN BASA
Rangkuman perbedaan asam
dan basa dapat dituliskan sebagai berikut :
*KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA
Keseimbangan asam dan basa
terdapat pada beberapa makhluk hidup, contohnya saja manusia. Keseimbangan asam
basa adalah homeostasis dari kadar hidrogen didalam tubuh. Kadar normal ion
hidrogen (H) didalam darah yaitu 4x10-8 atau dengan pH = 7,4. Keseimbangan ini
penting untk mengendalikan afinitas Hb terhadap O2 (kemampuan mengikat), yang
mana ketika terjadi gangguan keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh, maka
akan mengganggu beberapa sistem seperti pernafasan dan pencernaan
Keadaan dimana konsentrasi
ion hidrogen atau pH terlalu tinggi, disebut dengan asidosis,
sendangkan keadaan yang mana konsentrasi ion hidrogen atau pH terlalu rendah
disebut dengan alkalosis. Agar tidak terjadi dua kelainan tersebut
maka diperlukan pengatur khusus, yaitu:
- Sistem penyangga (buffer) asam-basa yang
segera bergabung dengan asam atau basa yang kemudian akan mencegah
terjadinya perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen yang berlebihan.
- Apabila konsentrasi ion hidrogen berubah, maka
pusat pernafasan di otak akan teransang atau terstimulasi untuk mengubah
kecepatan pernafasan pada paru-paru, yang akan mengakibatkan perubahan
kecepatan pengeluaran karbondioksida dari tubuh sehingga akan membuat
konsentrasi ion hidrogen kembali normal.
- Perubahan konsentrasi ion hidrogen juga akan
menyebabkan ginjal mengeluarkan urin yang bersifat asam atau basa
tergantung senyawa apa yang berlebih, sehingga membantu konsentrasi ion
hidrogen didalam cairan tubuh kembali nomal.
- Sistem buffer ini dapat bekerja dalam sepersekian
detik untuk mencegah perubahan konsentrasi ion hidrogen secara berlebihan.
Sebaliknya sistem pernafasan membutuhkan waktu 1-3 menit untuk
menyesuaikan kembali konsentrasi ionhidrogen setelah terjadinya perubahan
mendadak. Kemudian ginjal yang merupakan komponen pengatur asam-basa yang
paling kuat, memerlukan waktu beberapa jam hingga lebih dari 24 jam untuk
menyesuaikan kembali konsentrasi ion hidrogen tersebut.
* KEKUATAN ASAM DAN BASA
Suatu asam atau basa
disebut kuat jika terurai sempurna (atau mendekati sempurna) di dalam
air, kekuatan ini disebut juga dengan kekuatan ionisasi.
Beberapa contoh asam kuat
yaitu: HCl, HBr, H2SO4, HNO3, HI, HIO4, dan HbrO4. Sedangkan beberapa contoh
basa kuat yaitu: NAOH (natrium hidroksida), KOH (kalium hidroksida), Ba(OH)2
dan juga yang berasal dari golongan alkali (golongan IA) seperti Na dan K, dan
logam alkali tanah (golongan IIA) seperti Mg, dan Ca.
Asam dan basa yang lemah
tidak akan terurai atau terionisasi secara sempurna ketika dilarutkan kedalam
air. Contohnya asam lemah seperti HA. Sedangkan basa lemah contohnya adalah
NH4OH (ammonium hidroksida)
* REFERENSI:
1. adminnami01. (2019, July 27). Rumus.com.
Retrieved from Pengertian,Sifat,dan Teori Asam Basa dalam Kimia:
https://rumusrumus.com/teori-asam-basa/
2. Unknown. (2015, November 11). SoftIlmu.com.
Retrieved from Pengertian Sifat dan Teori Asam Basa:
https://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Sifat-Teori-Kekuatan-Keseimbangan-Perbedaan-Asam-dan-Basa-Adalah.html

































